Image Image Image Image Image Image Image Image Image Image

Taiwan Machine Tools | January 16, 2018

Scroll to top

Top

No Comments

Automasi Inteligen

Automasi Inteligen

Smart Machinery IndustryPusat global industri mesin, Taiwan meningkatkan upaya untuk mengembangkan teknologi manufakturing cerdas yang inovatif.

Sejak 20-24 Mei tahun ini, sekitar 30.000 pengunjung, termasuk pembeli dari Asia, Eropa, dan AS, memadati Pusat Pameran Komersial (Commercial Exhibition Center) di Kota Taichung, pusat Taiwan untuk Pameran Mesin Otomatis dan Manufakturing Cerdas (Automatic Machinery and Intelligent Manufacturing Exhibition). Pameran perdagangan ini telah diadakan di Taichung selama lebih dari tiga dekade, walaupun ini menandai pertama kalinya manufakturing cerdas digunakan dalam judul acara ini. Organizer Commercial Times, salah satu dari dua surat kabar keuangan besar di negara ini memilih untuk mengubah nama pameran ini untuk menyorot fokus yang semakin meningkat pada bidang ini dalam sektor permesinan kompetitif global.

“Ini adalah edisi ke-32 dari pameran mesin kami di Taichung. Tetapi tidak seperti acara sebelumnya, pameran tahun ini menampilkan mesin cerdas untuk mencerminkan tren saat ini dalam perkembangan sistem manufakturing” Chen Kuo-wei (陳國瑋), presiden Commercial Times, berbicara pada upacara pembukaan acara selama lima hari ini, yang menghasilkan kesepakatan bisnis dengan nilai total sekitar NT$300 juta (US$9,2 juta). “Lebih lanjut, pemerintah berencana untuk menjadikan Taichung sebagai pusat industri mesin cerdas dengan mengumpulkan sumber daya dari akademisi dan sektor publik serta swasta.”

Automasi inteligen merupakan integrasi antara layanan perangkat keras, perangkat lunak, dan teknis untuk mengembangkan sistem dengan kemampuan pengindraan, komputasi, dan komunikasi mesin ke mesin. Perangkat-perangkat ini umumnya lebih aman dan efisien daripada mesin produksi tradisional. Mereka juga dapat diprogram ulang untuk melakukan tugas yang berbeda, sehingga memungkinkan perusahaan secara cepat menanggapi tren yang meningkat dan persyaratan produksi baru.

Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), yang memulai masa tugasnya pada bulan Mei, telah mencantumkan sektor permesinan sebagai salah satu dari lima tujuan besar pengembangan industrinya. Menurut proposal yang diuraikan oleh Tsai, pemerintahannya berniat memperkuat industri peralatan mesin dan automasi inteligen di dan sekitar Taichung dengan menawarkan dukungan di area-area tertentu seperti kerja sama internasional, akuisisi lahan, pemasaran, penelitian dan pengembangan (Litbang), dan perekrutan karyawan. Pemerintah berharap bahwa langkah-langkah yang demikian akan membantu membina inovasi, meningkatkan perekrutan pekerja, dan memajukan daya saing internasional negara secara keseluruhan.

Industri Segala Industri

“Sektor permesinan diacu sebagai ‘induk segala industri’,” dan dianggap sebagai indikator penting mengenai tingkat industrialisasi suatu negara,” kata Alex Ko (柯拔希), ketua Asosiasi Industri Mesin Taiwan (TAMI) yang berpusat di Taipei. “Selama lebih dari 70 tahun, industri lokal telah berkembang dari memproduksi mesin tradisional menjadi memproduksi mesin canggih, dengan fokus utama pada presisi, lalu automasi, dan kini kecerdasan buatan.”

Saat ini, Taiwan adalah tempat bagi kira-kira 13.000 pabrik mesin yang mempekerjakan sekitar 470.000 orang. Banyak dari fasilitas ini berlokasi di tempat bernama Golden Valley (Lembah Emas), suatu area yang mencakup kurang lebih 60 kilometer di sekitar kaki Gunung Dadu di Taichung. Wilayah ini memiliki pabrik mesin dengan kepadatan tertinggi yang membanggakan di dunia.

Statistik TAMI memperlihatkan bahwa nilai produksi industri mesin Taiwan mencapai kira-kira NT$950 miliar (US$29,2 miliar) pada tahun 2015 dan diperkirakan akan mencatat laju pertumbuhan tahunan sekitar 5 persen tahun ini. Taiwan merupakan eksportir peralatan mesin keempat terbesar di dunia, setelah Jerman, Jepang, dan Italia. Juga berada di antara 10 eksportir papan atas di sektor permesinan karet dan plastik, tekstil dan pengerjaan kayu.

Pemerintah telah lama berperan aktif dalam industri ini. Menurut Ko, organisasi penelitian yang didukung negara—termasuk Lembaga Penelitian Teknologi Industri (Industrial Technology Research Institute/ITRI) di Wilayah Hsinchu, Taiwan utara, Pusat Penelitian dan Pengembangan Mesin Presisi (Precision Machinery Research and Development Center/PMC) di Taichung dan Lembaga untuk Industri Informasi (Institute for Information Industry), Taipei—telah membantu memfasilitasi peningkatan teknologi yang cepat dan teratur, faktor penting dalam pertumbuhan sektor yang berkelanjutan.

Baru-baru ini, fokus Litbang beralih ke robot canggih dan automasi cerdas. Sejak pertengahan tahun 2000-an, pemerintah telah memperkenalkan serangkaian skema bantuan keuangan untuk mempromosikan pengembangan teknologi robot canggih. Dan Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA), misalnya, telah mensponsori penyelenggaraan proyek tentang automasi inteligen di ITRI dan PMC.

“Teknologi inovatif yang dikembangkan oleh lembaga-lembaga penelitian ini telah membantu perusahaan lokal untuk mengimbangi tren pasar global dan mengidentifikasi tujuan pengembangan produk baru,” kata Ko. “Sementara itu, mutu cemerlang mesin buatan lokal menjadi faktor penting dalam keberhasilan sektor produksi teknologi tinggi di Taiwan, termasuk semikonduktor, optoelektronik, dan energi hijau.”

Daya Saing Global

Sang ketua ini menekankan bahwa daya saing internasional industri mesin Taiwan adalah karena mutu dan keterandalan produknya yang tinggi serta keragaman solusi yang ditawarkannya. “Rasio biaya terhadap performa yang sangat bagus dari mesin presisi kami merupakan alasan utama mesin kami langsung menarik perhatian pembeli internasional dan diekspor ke lebih dari 100 negara,” katanya. “Selain itu, produsen Taiwan mempunyai fleksibilitas untuk memfasilitasi pesanan kustom atau bervolume kecil, sementara pesaing asing mereka pada umumnya berfokus pada produksi massal barang seragam.”

Untuk mempromosikan produk mesin buatan Taiwan, TAMI bekerja sama dengan Dewan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Taiwan untuk menyelenggarakan tiga pameran industri dwitahunan—Pameran Peralatan Mesin Internasional Taipei (Taipei International Machine Tool Show), Pameran Industri Plastik dan Karet Internasional Taipei (Taipei International Plastics and Rubber Industry Show), dan Pameran Teknologi Manufakturing Taipei (Taipei Manufacturing Technology Show). Di luar itu, dengan menggunakan subsidi yang disediakan oleh Biro Perdagangan Luar Negeri MOEA, asosiasi ini mengatur produsen lokal agar dapat mengikuti 50 pameran perdagangan di luar negeri setiap tahun untuk membantu mereka memperluas pasar ekspor.

Ko mengatakan bahwa industri dapat membantu mencapai pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang di Taiwan, dan menegaskan bahwa industri ini menggunakan air dan listrik yang lebih sedikit serta menghasilkan lebih sedikit polusi dibandingkan dengan banyak sektor produksi skala besar. Namun, karena sekitar 70 persen barang mesin Taiwan diekspor, dia menekankan bahwa pemerintah harus berupaya untuk mengatasi kondisi yang tidak menguntungkan di pasar internasional.

Produk mesin Taiwan dulu biasanya 30 hingga 40 persen lebih murah daripada buatan Jepang, walaupun depresiasi yen yang tajam beberapa tahun lalu telah menyeimbangkan keuntungan harga itu. Ditambah lagi, Taiwan telah berjuang keras untuk ikut serta dalam jaringan global perjanjian perdagangan bebas yang mulai meningkat dengan cepat dan sebagai hasilnya produsen lokal kini menghadapi tarif yang lebih tinggi dibandingkan dengan pesaing luar negeri mereka di beberapa pasar. Pemerintahan Tsai telah menyatakan bahwa mereka menargetkan untuk mengatasi masalah terakhir dengan memperluas kerja sama ekonomi bilateral dan multilateral serta mengupayakan partisipasi dalam negosiasi untuk Kemitraan Trans Pasifik (Trans-Pacific Partnership/TPP) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership).

“Kami berharap bahwa pemerintah dapat menanggapi kebijakan depresiasi mata uang yang dikeluarkan rival utama Taiwan, serta berjuang untuk bergabung dengan pakta perdagangan regional seperti TPP. Semua tindakan ini penting jika negara ini ingin bersaing pada posisi yang setingkat,” kata Ko.

Industri 4.0

Memandang ke depan, ketua TAMI ini mengatakan bahwa Taiwan sudah pada posisi yang baik untuk mengembangkan produk bagi revolusi industri keempat, juga menyebut Industri 4.0 sebagai era masa depan dari produksi yang terhubung secara digital yang akan melihat teknologi seperti kecerdasan buatan, manajemen data besar, automasi cerdas, dan Internet of Things (Komunikasi Benda Melalui Jaringan) yang disertakan dalam proses produksi.

“Keberhasilan dalam Industri 4.0 akan membutuhkan keahlian dalam pengembangan serta informasi dan komunikasi mesin yang canggih, dua bidang yang merupakan kekuatan terbesar Taiwan,” katanya menambahkan, “Perusahaan Taiwan berada pada posisi yang lebih baik untuk menciptakan sistem fisik siber cerdas,” daripada pesaingnya dari Jerman dan Jepang.

TAMI telah berupaya keras mempromosikan mesin cerdas dengan menyelenggarakan berbagai forum agar para produsen tetap berada di jajaran terdepan teknologi terkini. Asosiasi ini juga telah membentuk komite yang terdiri atas perwakilan dari industri, lembaga penelitian, dan universitas untuk memandu pengembangan mesin cerdas. “Upaya kerja sama kami bertujuan untuk melengkapi para talenta muda dengan serangkaian keahlian dan kompetensi yang diperlukan agar berhasil dalam era Industri 4.0,” kata sang ketua ini.

Ricky Sun (孫金柱), direktur Divisi Teknologi Mesin Cerdas (Intelligent Machinery Technology Division) di Pusat Teknologi Peralatan Mesin (Machine Tools Technology Center) yang berpusat di Taichung, di bawah ITRI, mengatakan bahwa tingkat efisiensi yang tinggi yang diberikan oleh rantai pasokan mesin Taiwan yang ekstensif menawarkan keuntungan yang besar kepada perusahaan lokal dalam sektor automasi cerdas yang semakin meningkat. “ITRI telah menginvestasikan sumber daya yang cukup besar dalam Litbang robot industri dan perangkat lunak terkait dengan tujuan untuk membantu perusahaan lokal memproduksi perangkat produksi berkecepatan tinggi dengan presisi tinggi,” imbuhnya.

Hingga kini, organisasi penelitian yang diterapkan ini telah berhasil mengembangkan beberapa ragam sistem robot canggih, termasuk robot delta yang terdiri atas tiga lengan yang terhubung ke efektor berujung satu dan digunakan dalam produksi presisi; Mesin Lengan Robot Rakitan Patuh Selektif (Selective Compliance Assembly Robot Arm), yang meniru fungsi lengan manusia; dan robot berartikulasi enam sumbu yang dapat meraih hampir semua titik dalam cakupan kerjanya. Lebih jauh lagi, karena perusahaan lokal saat ini harus mengimpor komponen penting seperti pengendali dan sensor, lembaga ini berfokus pada produksi komponen robot canggih.

Pengendali berfungsi seperti otak mesin cerdas, memantau input dan output serta mengambil keputusan berdasarkan logika. ITRI telah memproduksi serangkaian pengendali kontrol numerik komputer (CNC) yang semakin canggih, dan baru-baru ini mengembangkan pengendali gerak multisumbu yang menggunakan unit pemrosesan pusat bawaan, konektivitas Internet nirkabel, dan antarmuka pengguna.

Lembaga ini telah mentransfer pengendali CNC dan teknologi robot ke lebih dari 20 perusahaan lokal, termasuk Advantech-LNC Technology Co., Delta Electronics dan Hiwin Technologies Corp. Lembaga ini juga menawarkan layanan konsultasi, pencarian mitra, dan jaringan untuk membantu perusahaan lokal mengembangkan peluang bisnis dan mendukung pengembangan produk mereka.

“Negara maju di seluruh dunia telah memanfaatkan teknologi Industri 4.0 dalam upaya menanggulangi kekurangan tenaga kerja, meningkatkan produktivitas, dan menghemat energi, jadi, sangat luar biasa melihat pemerintah negara ini memasukkan mesin cerdas ke dalam rencana pengembangan nasionalnya,” kata Ko. “Melalui kerja sama yang erat antara industri, akademisi, dan pemerintah, para produsen Taiwan akan dapat merebut peluang penciptaan nilai dan pertumbuhan yang ditawarkan oleh mesin cerdas dan mendapatkan pijakan yang kuat dalam pasar global yang sedang berkembang ini.”

Kirim tulisan kepada Kelly Her di kher@mofa.gov.tw

Submit a Comment